UPDATE ON HIV AIDS in Indonesia

KesehatanmedisHIVAIDS
1.0x

UPDATE ON HIV AIDS in Indonesia

Created 2 years ago

Duration 0:00:00
lesson view count 1650
Select the file type you wish to download
Slide Content
  1. DISKUSI TOPIK: HIV

    Slide 1 - DISKUSI TOPIK: HIV

    • dr. Wulunggono
    • Narasumber: Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban SpPD KHOM
    • Jakarta 5 Maret 2015
  2. Yang akan dibahas

    Slide 2 - Yang akan dibahas

    • Epidemiologi HIV Dunia dan Indonesia
    • Definisi dan Etiologi
    • Patogenesis
    • Gejala dan Tanda Klinis
    • Diagnosis
    • Tatalaksana
  3. Epidemiologi HIV Dunia

    Slide 3 - Epidemiologi HIV Dunia

    • World Health Organization. Adult HIV Prevalence. [Internet]. 2013 [cited 2015 Feb 26]. Available from: http://www.who.int/gho/hiv/hiv_013.jpg?ua=1
    • 2.1 million
    • Newly infected with HIV in 2013
  4. Epidemiologi HIV Indonesia

    Slide 4 - Epidemiologi HIV Indonesia

    • Ditjen PP & PL Kementerian Kesehatan RI 2014
    • Sampai Des 2014 kasus kumulatif HIV mencapai 150 296 kasus
    • Dengan AIDS 55 799 kasus
  5. Yang akan dibahas

    Slide 6 - Yang akan dibahas

    • Epidemiologi HIV Dunia dan Indonesia
    • Definisi dan Etiologi
    • Patogenesis
    • Gejala dan Tanda Klinis
    • Diagnosis
    • Tatalaksana
  6. Apa itu AIDS?

    Slide 7 - Apa itu AIDS?

    • “Penyakit yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV) dan dikarakteristikkan dengan kondisi imunosupresi yang memudahkan terjadinya infeksi oportunistik, neoplasma, dan manifestasi neurologis”
    • Vinay K, Abbas AL, Fauston N. Robbins and Cotran pathologic basis of disease. 7th ed. New York: Saunders. India: Elsevier; 2004
  7. Human Immunodeficiency Virus

    Slide 8 - Human Immunodeficiency Virus

    • Family Retroviridae Genus Lentivirus
    • Mempunyai enzim: protease, reverse transkriptase, dan integrase
    • Vinay K, Abbas AL, Fauston N. Robbins and Cotran pathologic basis of disease. 7th ed. New York: Saunders. India: Elsevier; 2004
    • Los Alamos National Laboratory. HIV Circulating Recombinant Forms (CRFs) [Internet]. 2006 [cited 2015 Mar 1]. Available from: http://www.hiv.lanl.gov/content/sequence/HIV/CRFs/CRFs.html
    • HIV-1 & HIV 2
    • Icosahedral
  8. Yang akan dibahas

    Slide 9 - Yang akan dibahas

    • Epidemiologi HIV Dunia dan Indonesia
    • Definisi dan Etiologi
    • Patogenesis
    • Gejala dan Tanda Klinis
    • Diagnosis
    • Tatalaksana
  9. Patogenesis

    Slide 10 - Patogenesis

    • Sumber: Vinay K, Abbas AL, Fauston N. Robbins and Cotran pathologic basis of disease. 7th ed. New York: Saunders. India: Elsevier; 2004
  10. Patogenesis

    Slide 11 - Patogenesis

    • Sumber: Vinay K, Abbas AL, Fauston N. Robbins and Cotran pathologic basis of disease. 7th ed. New York: Saunders. India: Elsevier; 2004
    • Transmisi HIV
    • Hetero dan homoseksual
    • Produk darah
    • Mother to infant
  11. Patogenesis

    Slide 13 - Patogenesis

    • Fauci AS, Braunwald E, Kasper DL, Hauser SL, Longo DL, Jameson JL, et al., editors. Harrison’s Manual Of Medicine. 17th ed. McGraw-Hill; 2009
  12. Yang akan dibahas

    Slide 14 - Yang akan dibahas

    • Epidemiologi HIV Dunia dan Indonesia
    • Definisi dan Etiologi
    • Patogenesis
    • Gejala dan Tanda Klinis
    • Diagnosis
    • Tatalaksana
  13. Gejala dan Tanda Klinis

    Slide 15 - Gejala dan Tanda Klinis

    • World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013. World Health Organization; 2013
  14. Gejala dan Tanda Klinis

    Slide 16 - Gejala dan Tanda Klinis

    • World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013. World Health Organization; 2013
  15. Gejala dan Tanda Klinis

    Slide 17 - Gejala dan Tanda Klinis

    • World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013. World Health Organization; 2013
  16. Faktor Risiko

    Slide 18 - Faktor Risiko

    • lelaki seks dengan lelaki (LSL)
    • penasun
    • PSK
    • pasangan dari HIV positif
    • anak dari ibu HIV positif
    • transgender
    • aktif secara seksual, riwayat promiskuitas, atau
    • tinggal di daerah prevalensi HIV tinggi
    • Diadaptasi dari: Who’s at risk for HIV [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. [cited 2015 Mar 2]. Available from: http://www.cdc.gov/hiv/risk/behavior/index.html
  17. Yang akan dibahas

    Slide 19 - Yang akan dibahas

    • Epidemiologi HIV Dunia dan Indonesia
    • Definisi dan Etiologi
    • Patogenesis
    • Gejala dan Tanda Klinis
    • Diagnosis
    • Tatalaksana
  18. Diagnosis HIV

    Slide 20 - Diagnosis HIV

    • Rapid Test
    • Enzyme Immunoassay (EIA)
    • Western Blot
    • Polymerase Chain Reaction (PCR)
    • Centers for Disease Control and Prevention Model Performance Evaluation Program Human Immunodeficiency Virus Type 1 ( HIV-1 ) Antibody Testing Report of Results for the Performance Evaluation Survey July 2003. 2003;1:1–19
    • UNICEF. HIV Diagnosis: A Guide for Selecting Rapid Diagnostic Test (RDT) Kits. 2014
    • Kishore K, Cunningham P, Menon A. Inikah HIV? Buku Pegangan Petugas Kesehatan. In: Menon A, Kamarulzaman A, editors. Jakarta: The Australian Society for HIV Medicine. TREAT Asia; 2013. p. 86–7
  19. Algoritma Pemeriksaan Strategi III

    Slide 21 - Algoritma Pemeriksaan Strategi III

    • Keputusan Menteri Kesehatan RI No:241/Menkes/SK/IV/2006 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Kesehatan Pemeriksa HIV dan Infeksi Oportunistik
  20. Interpretasi Hasil

    Slide 22 - Interpretasi Hasil

  21. Alur Pelayanan Pasien HIV

    Slide 23 - Alur Pelayanan Pasien HIV

    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, editor. Pedoman tatalaksana infeksi HIV dan pengobatan antiretroviral di Indonesia. Jakarta; 2014
  22. Yang akan dibahas

    Slide 24 - Yang akan dibahas

    • Epidemiologi HIV Dunia dan Indonesia
    • Definisi dan Etiologi
    • Patogenesis
    • Gejala dan Tanda Klinis
    • Diagnosis
    • Tatalaksana
  23. Tatalaksana HIV

    Slide 25 - Tatalaksana HIV

    • Prinsip Umum:
    • Pengobatan Antiretroviral (ARV)
    • Tatalaksana Infeksi Oportunistik
    • Pengobatan Suportif
    • Djoerban Z, Djauzi S. HIV/AIDS di Indonesia. In: Sudoyo AW, Setyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2006. p. 1805
    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, editor. Pedoman tatalaksana infeksi HIV dan pengobatan antiretroviral di Indonesia. Jakarta; 2014
  24. Tujuan Terapi ARV

    Slide 26 - Tujuan Terapi ARV

    • Mengurangi mortalitas, morbiditas dan meningkatkan survival
    • Mengembalikan fungsi Imunologis
    • Mensupresi HIV RNA sampai serendah mungkin
    • Mencegah Transmisi HIV
    • Panel on Antiretroviral Guidelines for Adults and Adolescents. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-infected adults and adolescents. Department of Health and Human Services. [Internet]. HIV clinical trials. 2014 [cited 2015 Mar 3]. p. 227–306. Available from: http://aidsinfo.nih.gov/ContentFiles/Adultand
  25. HAART  ARV

    Slide 27 - HAART  ARV

    • Nucleoside analogue Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI)
    • Non Nucleoside analogue Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTI)
    • Protease Inhibitor
    • HIV Entry Inhibitor
    • Integrase Strand-Transfer Inhibitor (INSTI)
    • Lee FJ, Amin J, Carr A. Efficacy of initial antiretroviral therapy for HIV-1 infection in adults: A systematic review and meta-analysis of 114 studies with up to 144 weeks’ follow-up. PLoS One. 2014;9(5)
    • Mengganggu terminasi DNA saat proses reverse transkriptase
    • mengganggu fungsi enzyme reverse transcriptase sehingga konformasinya berubah dan menjadi inaktif
  26. Indikasi ARV

    Slide 28 - Indikasi ARV

    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  27. Rekomendasi Lab Persiapan ARV

    Slide 29 - Rekomendasi Lab Persiapan ARV

    • aBila tidak ada sarana pemeriksaan CD4, gunakan stadium klinis WHO
    • bsesuai alur tatalaksana TB
    • cHbsAg dilakukan untuk mengidentifikasi orang dengan HIV dan koinfeksi hepatitis B dan siapa pasien yang perlu inisiasi ARV dengan TDF
    • ddirekomendasikan pada pasien yang mempunyai riwayat perilaku terpapar hepatitis C, atau pada populasi dengan prevalensi tinggi hepatitis C. Populasi risiko tinggi yang dimaksud adalah pasien dengan penasun, LSL, anak dengan ibu yang terinfeksi hepatitis C, pasangan dari orang yang terinfeksi hepatitis C, pengguna narkoba intranasal, tato dan tindik, serta kelompok yang mendapat transfusi berulang, seperti pasien talasemia dan yang menjalani hemodialisis
    • edapat dipertimbangkan jika tersedia fasilitas pemeriksaan antigen kriptokokus (LFA) mengingat prevalensi antigenemia pada pasien asimtomatik di beberapa tempat di Indonesia mencapai 6.8-7.2%.
    • fpertimbangkan penilaian ada tidaknya penyakit kronis lain terkait penatalaksanaan HIV seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes
    • gUntuk pasien dengan risiko tinggi mengalami efek samping TDF: penyakit ginjal, usia lanjut, IMT rendah, diabetes, hipertensi, penggunaan PI atau obat nefrotoksik lainnya. Dipstik urin digunakan untuk mendeteksi glikosuria pada pasien non diabetes. Jangan memulai dengan TDF jika CCT hitung < 50 ml/menit, atau pada kasus diabetes lama, hipertensi tak terkontrol dan gagal ginjal
    • hUntuk pasien anak dan dewasa yang berisiko tinggi mengalami efek samping terkait AZT (CD4 rendah atau Indeks Massa Tubuh rendah)
    • iuntuk pasien dengan risiko tinggi efek samping NVP, misalnya ARV naif, wanita dengan CD4 > 250 sel/mm3 dan koinfeksi HCV. Namun enzim liver memiliki nilai prediktif yang rendah untuk memonitor toksisitas NVP.
    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  28. Profilaksis Kotrimoksasol

    Slide 30 - Profilaksis Kotrimoksasol

    • apada semua pasien tanpa melihat CD4 atau stadium klinis pada pelayanan dengan prevalensi HIV tinggi, kematian bayi tinggi akibat penyakit-penyakit infeksi, atau pelayanan dengan infrastruktur terbatas.
    • bpada wilayah dengan prevalensi infeksi bakteri tinggi atau endemis malaria, batasan CD4 yang digunakan adalah <350 sel/mm3.
  29. ARV Lini 1 (2 NRTI + 1 NNRTI)

    Slide 31 - ARV Lini 1 (2 NRTI + 1 NNRTI)

    • Keterangan:
    • aJangan memulai dengan TDF jika CCT hitung < 50 ml/menit, atau pada kasus diabetes lama, hipertensi tak terkontrol dan gagal ginjal
    • bJangan memulai dengan AZT jika Hb < 7 g/dL sebelum terapi
    • cKombinasi dosis terpadu (KDT) yang tersedia: TDF + 3TC + EFV
    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  30. Pemantauan Pemberian ARV

    Slide 32 - Pemantauan Pemberian ARV

    • aPada ODHA dengan kepatuhan dan hasil pengobatan ARV yang baik, frekuensi pemantauan CD4 dan PCR RNA dapat dikurangi
    • bTes PCR RNA (viral load) sangat dianjurkan untuk menentukan kegagalan terapi
    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  31. Gagal Terapi

    Slide 33 - Gagal Terapi

    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, editor. Pedoman tatalaksana infeksi HIV dan pengobatan antiretroviral di Indonesia. Jakarta; 2014
    • Gagal Klinis
    • Munculnya
    • infeksi
    • oportunistik
    • baru
    • atau
    • berulang
    • (stadium
    • klinis
    • WHO 4)
    • Gagal Imunologis
    • CD4
    • turun
    • ke
    • nilai
    • awal
    • atau
    • lebih
    • rendah
    • lagi
    • Gagal Virologis
    • Pada
    • pasien
    • dengan
    • kepatuhan
    • yang
    • baik
    • ,
    • viral load
    • di
    • atas
    • 1000 kopi/mL
    • berdasarkan
    • 2x
    • pemeriksaan
    • PCR HIV
    • dengan
    • jarak
    • 3-6
    • bulan
    • CD4
    • persisten
    • dibawah
    • 100
    • sel
    • /mm
    • 3
  32. Alur Pemeriksaan PCR HIV

    Slide 34 - Alur Pemeriksaan PCR HIV

    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  33. ARV Lini 2 (2 NNRTI + boosted-PI)

    Slide 35 - ARV Lini 2 (2 NNRTI + boosted-PI)

    • aRifampisin sebaiknya tidak digunakan pada pemakaian LPV/r. Paduan OAT yang dianjurkan adalah 2SHZE, selanjutnya diteruskan dengan HE dengan evaluasi rutin kelainan mata. Namun, pada infeksi meningitis TB yang perlu tetap menggunakan rifampisin maka LPV/r dapat digunakan dengan dosis ganda LPV/r 800 mg/200 mg 2x sehari atau 2 x 2 tablet.
    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  34. ARV Lini 3

    Slide 36 - ARV Lini 3

    • diadaptasi dari World Health Organization. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. Geneva: World Health Organization; 2013
  35. Infeksi Oportunistik 

    Slide 39 - Infeksi Oportunistik 

    • “Infeksi yang muncul lebih sering dan lebih parah disebabkan oleh kondisi imunosupresi pada pasien dengan HIV”
    • IO Masih merupakan masalah serius walaupun sudah ditemukan HAART
    • Banyak pasien HIV tidak sadar statusnya dan baru ke dokter saat IO muncul
    • Yang sudah sadar status HIV namun tak berobat karena masalah psikososioekonomi
    • Sudah sadar, sudah ARV , namun gagal terapi karena pelayanan yang tidak konsisten, kepatuhan buruk, ESO yang tidak menyenangkan, dll
    • Panel on Opportunistic Infections in HIV-Infected Adults and Adolescents. Guidelines for the prevention and treatment of opportunistic infections in HIV-infected adults and adolescents: recommendations from the Centers for Disease Control and Prevention, [Internet]. 2013 [cited 2015 Mar 3]. Available from: http://aidsinfo.nih.gov/contentfiles/lvguidelines/adult_oi.pdf
  36. Tatalaksana IO

    Slide 40 - Tatalaksana IO

    • Perhatikan 2 hal
    • KAPAN DIBERIKAN
    • MANAJEMEN TERAPI
    • Centers for Disease Control and Prevention. Morbidity and mortality weekly report: Guidelines for prevention and treatment of opportunistic infections in HIV-infected adults and adolescents. Recommendations from CDC , the National Institutes of Health , a. 2009
  37. IO muncul dalam keadaan ...

    Slide 41 - IO muncul dalam keadaan ...

    • ARV-naive dengan IO akut
    • Sudah ARV namun IO baru muncul
    • Dalam 12 Minggu pertama ARV
    • >12 minggu pasca ARV dengan HIV RNA rendah dan CD4 >200
    • Muncul pada gagal terapi
    • Centers for Disease Control and Prevention. Morbidity and mortality weekly report: Guidelines for prevention and treatment of opportunistic infections in HIV-infected adults and adolescents. Recommendations from CDC , the National Institutes of Health , a. 2009
  38. Terapi Suportif   Nutrisi dan Paliatif

    Slide 42 - Terapi Suportif  Nutrisi dan Paliatif

    • Nutrisi perlu mendapat perhatian khusus
    • Gangguan zat gizi makro 
    • Gangguan zat gizi mikro 
    • BB turun, wasting, weakness
    • Gangguan metabolisme
    • Kondisi Imun menurun
    • Perburukan Penyakit
    • DEATH
    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan gizi bagi ODHA. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2010
  39. SOAP - MONEV

    Slide 43 - SOAP - MONEV

  40. SOAP - MONEV

    Slide 44 - SOAP - MONEV

  41. Terapi Paliatif

    Slide 45 - Terapi Paliatif

    • Untuk Pasien HIV AIDS yang dalam kondisi TERMINAL
    • Macam IO makin banyak muncul
    • Gejala banyak dan jangka panjang
    • Seringkali IO eksaserbasi
    • Prinsip Paliatif
    • Evaluasi progresivitas penyakit
    • Tatalaksana sesuai gejala
    • Pemantauan hasil pengobatan
    • Penjelasan kondisi kepada pasien dan keluarga
  42. Perawatan Paliatif Lain

    Slide 46 - Perawatan Paliatif Lain

    • Secara reguler dilakukan penilaian terhadap perubahan dan kondisi perburukan
    • Diskusikan bahwa resusitasi pada akhir kehidupan tidak memberi manfaat
    • Obat obat yang diberikan hanya yang mengurangi gejala yang muncul, misalnya antihipertensi, diuretik, insulin, profilaksis kotrimoksazol, TB, OAINS dan steroid
    • Obat-obat tersebut diberikan secara subkutan atau per rektal
    • Pemberian nutrisi di akhir kehidupan tidak bermanfaat, berikan cairan untuk mempertahankan hidrasi
    • Pemeriksaan darah dan pemeriksaan lain tidak perlu dilakukan
    • Perawatan umum: perawatan mulut, mata dan kulit
    • Bila terjadi retensi urin: pasang kateter
    • Bila tidak dapat buang air besar: berikan laksatif
    • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, editor. Pedoman tatalaksana infeksi HIV dan pengobatan antiretroviral di Indonesia. Jakarta; 2014
  43. Semoga Bermanfaat

    Slide 47 - Semoga Bermanfaat