LITERATURE REVIEW ANDRAGOGY PRINCIPLES (MIFTA)

1.0x

LITERATURE REVIEW ANDRAGOGY PRINCIPLES (MIFTA)

Created 2 years ago

Duration 0:36:26
lesson view count 61
Select the file type you wish to download
Slide Content
  1. LITERATURE REVIEW

    Slide 1 - LITERATURE REVIEW

    • ANDRAGOGY PRINCIPLES
    • BY:
    • MIFTA KUSUMAWARDANI
    • 1515133704
    • PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
    • FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
  2. HASIL LITERATURE REVIEW

    Slide 5 - HASIL LITERATURE REVIEW

    • KESIMPULAN JURNAL 1
    • KESIMPULAN JURNAL 2
    • KESIMPULAN JURNAL 3
    • Jurnal ini telah berusaha untuk menumpahkan beberapa pencerahan pada hubungan yang kompleks antara materi pelajaran, yaitu, apa yang harus diajarkan, dan metodologi pengajaran, yaitu, bagaimana itu harus diajarkan. Sebagai guru/pendidik orang dewasa kita harus berbagi kumpulan pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Makalah ini merupakan upaya lanjut untuk mencapai hal tersebut
    • Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara gaya mengajar operasional guru dan preferensi mahasiswa untuk gaya mengajar pada semua variabel dan konstruk survei. Kesenjangan ini adalah ke arah preferensi mahasiswa untuk merujuk kepada prinsip andragogi. Bertentangan dengan literatur, namun, kami menemukan bahwa meskipun kesenjangan ini ada, tetapi ada kecenderungan gaya mengajar instruktur 'menuju prinsip andragogi. Kesenjangan terbesar antara gaya mengajar guru dan preferensi siswa untuk gaya mengajar ditemukan di daerah proses (penilaian, penentuan tujuan, perencanaan saja, dan evaluasi).
    • Tujuan dari presentasi ini adalah untuk membantu Anda melihat bagaimana prinsip-prinsip yang mendasari Whole Language dan pasangannya andragogi dan bagaimana mereka dapat meningkatkan pembelajaran keaksaraan orang dewasa. Disebut interaksi saya dengan Mr. G. untuk membantu Anda melihat penerapan prinsip-prinsip dan kegunaan dari strategi dalam dunia nyata pengajaran keaksaraan orang dewasa. Ada banyak Mr G di luar sana yang dapat keuntungan dari instruksi ketika kita menggabungkan prinsip-prinsip Whole Language dan andragogi
  3. PERBANDINGAN 3 JURNAL

    Slide 6 - PERBANDINGAN 3 JURNAL

    • KESAMAAN
    • PERBEDAAN
    • Ketiga jurnal membahas tentang prinsip belajar orang dewasa yang seharusnya diterapkan
    • Pada jurnal pertama membahas lebih khusus bahwa ada prinsip yang dapat diadopsi dari “Whole Language” atau gaya belajar untuk mengajar Bahasa secara utuh kepada anak-anak SD untuk gaya belajar orang dewasa.
    • Ketiga jurnal juga menggunakan teori Knowles tentang Andragogi sebagai kerangka berpikir
    • Pada jurnal kedua, lebih khusus membahas tentang implementasi andragogy dalam program pendidikan ekstensi di UEC, Taiwan
    • Pada jurnal ketiga, lebih khusus membahas tentang “Metode, Prinsip, dan keterampilan” andragogy yang mendasar yang dapat dipelajari oleh pembelajar orang dewasa yang akan bekerja dengan orang dewasa maupun pengajar atau guru dalam pembelajaran orang dewasa
  4. KESIMPULAN

    Slide 7 - KESIMPULAN

    • TEORI YANG BANYAK DIGUNAKAN DALAM LITERATUR ANDRAGOGI ADALAH TEORI KNOWLES, YANG
    • BERBUNYI SEBAGAI BERIKUT:
    • Konsep Diri: Asumsinya bahwa kesungguhan dan kematangan diri seseorang bergerak dari ketergantungan total (realita pada bayi) menuju ke arah pengembangan diri sehingga mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dan mandiri. Peranan Pengalaman: Asumsinya adalah bahwa sesuai dengan perjalanan waktu seorang individu tumbuh dan berkembang menuju ke arah kematangan. Dalam perjalanannya, seorang individu mengalami dan mengumpulkan berbagai pengalaman pahit-getirnya kehidupan, dimana hal ini menjadikan seorang individu sebagai sumber belajar yang demikian kaya, dan pada saat yang bersamaan individu tersebut memberikan dasar yang luas untuk belajar dan memperoleh pengalaman baru. Kesiapan Belajar : Asumsinya bahwa setiap individu semakin menjadi matang sesuai dengan perjalanan waktu, maka kesiapan belajar bukan ditentukan oleh kebutuhan atau paksaan akademik ataupun biologisnya, tetapi lebih banyak ditentukan oleh tuntutan perkembangan dan perubahan tugas dan peranan sosialnya. Orientasi Belajar: Asumsinya yaitu bahwa pada anak orientasi belajarnya seolah-olah sudah ditentukan dan dikondisikan untuk memiliki orientasi yang berpusat pada materi pembelajaran (Subject Matter Centered Orientation). Sedangkan pada orang dewasa mempunyai kecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan permasalahan yang dihadapi (Problem Centered Orientation).