Penjelasan Conam

1.0x

Penjelasan Conam

Created 2 years ago

Duration 0:00:00
lesson view count 30
Select the file type you wish to download
Slide Content
  1. Penjelasan Conam (Bercocok Tanam)

    Slide 1 - Penjelasan Conam (Bercocok Tanam)

    • Topic 3
  2. Langkah 1 – Pengolahan Tanah

    Slide 2 - Langkah 1 – Pengolahan Tanah

    • Pengolahan tanah adalah proses di mana tanah digemburkan dan dilembekkan dengan menggunakan bajak ataupun garu yang ditarik dengan berbagai sumber tenaga, seperti tenaga manusia, tenaga hewan, dan mesin pertanian (traktor).
  3. Cara mengelola tanah

    Slide 3 - Cara mengelola tanah

    • Pengolahan tanah untuk penanaman padi harus sudah disiapkan sejak dua bulan penanaman. Caranya yaitu :
    • 1. Pembersihan, sebelum tanah sawa dicangkul harus dibersihkan lebih dahulu dari jerami-jerami atau rumput-rumput yang ada.
    • 2. Pencangkulan, sawah yang akan dicangkul harus digenagi air terlebih dahulu agar tanah menjadi lunak dan rumput-rumputnya cepat membusuk.
    • 3. Pembajakan, sebelum hal ini dilakukan, sawah harus digenangi air lebih dahulu. Tujuan pembajakan adalah mematikan dan membenamkan rumput, dan membenamkan bahan-bahan organis seperti : pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos sehingga bercampur dengan tanah.
    • 4. Penggaruan, penggaruan dilakukan berrulang-ulang sehingga sisa-sisa rumput terbenam dan mengurangi perembesan air ke bawah.
  4. Langkah 2 – Seleksi Benih

    Slide 4 - Langkah 2 – Seleksi Benih

    • persiapkan air yang telah diisi sejumlah garam
    • lalu masukkan benih padi ke dalam air, maka akan diperoleh kondisi benih tenggelam, melayang dan mengapung.
    • ambil benih yang tenggelam kemudian dibilas dengan air bersih sesegera mungkin
    • rendam selama 48 jam kemudian tiriskan dan peram selama 24 jam dan setelah itu siap sebar
  5. Langkah 3 - Persemaian

    Slide 5 - Langkah 3 - Persemaian

    • Persemaian (Nursery) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan.
  6. Syarat tempat untuk membuat persemaian

    Slide 6 - Syarat tempat untuk membuat persemaian

    • Tanahnya harus yang subur, banyak mengandung humus, dan gembur.
    • Tanah itu harus tanah yang terbuka, tidak terlindung oleh pepohonan, sehingga sinar matahari dapat diterima dan dipergunakan sepenuhnya.
    • Dekat dengan sumber air terutama untuk pesemaian basah, sebab pesemaian banyak membutuhkan air. Sedangkan pesemaian kering dimaksudkan mudah mendapatkan air untuk menyirami apabila persemaian itu mengalami kekeringan.
    • Apabila areal yang akan ditanami cukup luas sebaiknya tempat pembuatan pesemaian tidak berkumpul menjadi satu tempat tetapi dibuat memencar. Hal itu untuk menghemat biaya atau tenaga pengangkutannya.
  7. Langkah 4 – Penanaman

    Slide 7 - Langkah 4 – Penanaman

    • Penanaman padi di sawah umumnya ditanam dengan jarak teratur, biasanya berjarak 20 cm.
    • Tanaman muda ditancapkan ke dalam tanah yang digenangi air sedalam 10 sampai 15 cm hingga akarnya terbenam di bawah permukaan tanah.
  8. Sedangkaannn....

    Slide 8 - Sedangkaannn....

    • - Padi lahan kering ditanam langsung di ladang
    • - Setelah tanah basah, benih disebar dalam larikan-larikan
    • - Padi lahan kering umumnya mengandalkan hujan dalam penyediaan air
    • - Tidak ada penggenangan dalam budidaya lahan kering.
  9. Langkah 5 - Pemupukan

    Slide 9 - Langkah 5 - Pemupukan

    • Pemupukan dilakukan guna untuk menambah zat-zat dan unsur-unsur makanan yang dibutuhkan oleh tanaman di dalam tanah, juga agar tanaman yang ditanam mendapatkan asupan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman itu sendiri.
    • Seperti N, P, K, Ca, Mg dan S.
  10. Untuk tanaman padi, pupuk yang digunakan antara lain :

    Slide 10 - Untuk tanaman padi, pupuk yang digunakan antara lain :

    • Pupuk alam sebagai pupuk dasar yang diberikan 7-10 hari sebelum tanaman dapat digunakan pupuk-pupuk alam, misalnya: pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos. Banyaknya kira-kira 10 ton.
    • Pupuk buatan diberikan sesudah tanam, misalnya: ZA/Urea, DS/TS, dan ZK.